Merencanakan Masa Depan: Apa yang Perlu Diketahui Sekarang untuk Nanti

Merencanakan Masa Depan: Apa yang Perlu Diketahui Sekarang untuk Nanti

Menjadi orang tua mungkin belum menjadi prioritas Anda saat ini, tetapi memahami kesuburan adalah bagian penting dalam merencanakan masa depan. Mengambil langkah proaktif untuk menjaga kesuburan dapat membantu Anda tetap memiliki pilihan di masa mendatang. Dalam beberapa tahun terakhir, wanita di Uni Eropa semakin menunda memiliki anak pertama, dengan rata-rata usia meningkat menjadi 29,4 tahun pada tahun 2019. 


Dengan semakin banyak orang yang memilih untuk menunda menjadi orang tua, penting untuk memahami bagaimana faktor seperti usia dapat memengaruhi kesuburan. Dengan tetap mendapatkan informasi dan mengambil langkah untuk melindungi kesehatan reproduksi Anda sekarang, Anda akan lebih siap menghadapi apa pun yang terjadi di masa depan.

 

Dampak Usia terhadap Kesuburan

Kesuburan sangat terkait dengan usia, terutama bagi wanita. Saat lahir, wanita memiliki sekitar 2 juta sel telur, tetapi jumlah ini menurun menjadi sekitar 400.000 saat masa remaja. Pada usia pertengahan 30-an, jumlahnya berkurang menjadi sekitar 25.000. Seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia pertengahan 30-an, kualitas dan jumlah sel telur menurun dengan cepat. Ketika menopause tiba, hanya sekitar 1.000 sel telur yang belum matang dan tidak subur yang tersisa. Bagi pria, penurunan kesuburan tidak terlalu drastis. Namun, sekitar usia 44 tahun, kualitas sperma dapat menurun, yang mungkin mengurangi kemungkinan pembuahan.
Meskipun semua orang mengalami penurunan kesuburan terkait usia, beberapa wanita mungkin mengalami menopause dini, yang dapat membuat kehamilan menjadi lebih sulit.

 

Menopause Dini 

Apa itu? 
Menopause dini memengaruhi 1% wanita di bawah usia 40 tahun dan secara signifikan memperpendek waktu untuk konsepsi alami. Kondisi ini terjadi ketika menstruasi berhenti sebelum usia 40 tahun. Menopause dini dapat terjadi secara alami atau akibat pengobatan medis.

 

Apa saja gejalanya? 
Seseorang dengan menopause dini mungkin mengalami: 

  • Hot flushes (sensasi panas mendadak), 

  • Keringat malam, 

  • Kekeringan vagina, 

  • Kesulitan tidur, 

  • Mood rendah atau kecemasan, 

  • Masalah memori atau konsentrasi.

 

Apakah ada faktor risiko? 

  • Riwayat keluarga: Jika wanita dalam keluarga Anda mengalami menopause dini, peluang Anda lebih tinggi.

  • Menstruasi dini: Memulai menstruasi sebelum usia 8 tahun meningkatkan kemungkinan. 

  • Faktor gaya hidup: Merokok, berat badan kurang, atau belum pernah melahirkan (atau hanya melahirkan satu atau dua kali) dapat meningkatkan risiko. 

  • Pengobatan medis: Pengobatan tertentu untuk kanker (seperti kemoterapi atau radioterapi), terapi hormon, atau operasi pengangkatan ovarium dapat memicu menopause dini.

 

Preservasi Kesuburan: Pilihan bagi Mereka yang Belum Siap Menjadi Orang Tua 

Jika Anda belum siap untuk menjadi orang tua, jangan khawatir − ada langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk menjaga kesuburan Anda di masa depan. Teknik modern dan kemajuan medis memungkinkan Anda merencanakan dan memastikan lebih banyak pilihan saat waktunya tiba. Prosedur ini dapat membantu perjalanan kesuburan Anda, tetapi penting untuk dicatat bahwa prosedur ini tidak selalu menjamin kehamilan di masa mendatang, terlepas dari usia. 

 

 Untuk siapa?Bagaimana cara kerjanya?Tingkat keberhasilan?
Egg FreezingUntuk mereka yang ingin menunda menjadi orang tua karena alasan karier, pendidikan, tujuan pribadi, atau pengobatan medis seperti kemoterapi. Juga memungkinkan sel telur digunakan untuk ibu pengganti, tergantung pada hukum setempat.Sel telur diambil dan dibekukan saat kualitasnya masih tinggi, biasanya sebelum usia 35 tahun.Bergantung pada usia saat sel telur dibekukan. Sel telur yang lebih muda memiliki peluang lebih tinggi untuk kehamilan yang berhasil.
Sperm FreezingUntuk pria dengan kondisi medis (misalnya, kanker atau sindrom Klinefelter), yang merencanakan vasektomi, atau menjalani prosedur afirmasi gender.Sperma dikumpulkan melalui ejakulasi, atau dalam beberapa kasus, metode bedah. Sampel kemudian dianalisis, dibekukan, dan disimpan untuk digunakan di masa depan.Sperma beku tetap dapat digunakan selama beberapa dekade, dengan tingkat keberhasilan yang sebanding dengan sperma segar saat digunakan dalam teknologi reproduksi canggih seperti IVF.
Ovarian Tissue FreezingUntuk wanita yang tidak dapat membekukan sel telur karena usia, kurangnya ovulasi, atau keadaan medis yang mendesak.Sebagian jaringan ovarium diangkat melalui prosedur bedah, dibekukan, dan disimpan. Kemudian, jaringan ini dapat ditanam kembali ke tubuh untuk memulihkan fungsi hormonal dan kesuburan.Pembekuan jaringan ovarium memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi jika dilakukan sebelum usia 35 tahun, dengan beberapa laporan kelahiran hidup.
Testicular Tissue FreezingUntuk pria yang tidak dapat menghasilkan sperma yang layak dalam ejakulasi mereka (misalnya, karena azoospermia) atau pria muda yang menjalani pengobatan kanker yang dapat memengaruhi kesuburan di masa depan.Prosedur bedah mengambil jaringan yang mengandung sel sperma dari testis, yang kemudian dibekukan dan disimpan untuk kemungkinan digunakan di masa depan.Teknik ini masih relatif baru, dan meskipun jaringan dapat disimpan dengan sukses, banyak individu yang telah menyimpan jaringan belum mencapai usia di mana mereka siap untuk memulai keluarga.


Merencanakan Masa Depan: Kapan dan Mengapa Harus Mencari Saran Ahli 

Usia adalah faktor utama dalam kesuburan, karena jumlah sel telur (oosit) secara alami menurun seiring waktu. Mengetahui dan memantau jumlah oosit Anda dapat memberikan wawasan berharga tentang potensi kesuburan, membantu Anda merasa lebih terkendali dan lebih siap menghadapi masa depan.  

Apa yang dapat Anda lakukan: 
1. Tes Kesuburan: Memahami cadangan ovarium, atau jumlah sel telur yang tersisa, adalah bagian penting dalam menilai kesehatan kesuburan. Hal ini dapat dilakukan melalui tes darah untuk mengukur kadar Anti-Mullerian Hormone (AMH) atau melalui ultrasonografi untuk menilai jumlah folikel antral (AFC).  
2. Konsultasi dengan Spesialis: Spesialis kesuburan atau tenaga medis profesional dapat memberikan panduan yang disesuaikan berdasarkan situasi unik Anda. Baik Anda sedang mengeksplorasi opsi preservasi kesuburan atau mencari strategi untuk mengelola menopause dini, saran ahli dapat membantu Anda membuat rencana yang mendukung visi Anda untuk masa depan.  

 

Kesimpulan 
Apakah menjadi orang tua adalah tujuan yang dekat atau masih jauh, memahami kesuburan Anda adalah bagian penting dari perjalanan tersebut. Mengambil langkah proaktif hari ini dapat memberi Anda kebebasan untuk membuat pilihan yang sesuai dengan rencana Anda. Mulailah dengan mempelajari kesehatan kesuburan Anda—tidak ada waktu yang lebih baik daripada sekarang untuk mengambil langkah pertama itu.